Kamis, 15 Maret 2018

MENGAPA HARUS MAKAN IKAN ?

Ikan, merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung berbagai macam zat nutrisi. Sebagai salah satu sumber protein hewani, ikan mengandung asam lemak tak jenuh (Omega-3, Eicosapentaenoic acid/EPA, Docosahexanoic acid/DHA), yodium, selenium, flourida, zat besi, magnesium, zink, taurin, co-enzyme Q10. Disamping itu, ikan juga mengandung kalori yang rendah. Para ahli kesehatan dari Australia dan Amerika Serikat menyarankan untuk mengkonsumsi seafood lebih banyak karena dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan, peningkatan stamina serta mencegah stroke. Food and Drug Administration (FDA) pernah mempublikasikan beberapa studi tentang manfaat mengkonsumsi seafood bagi kesehatan termasuk untuk mencegah kegemukan.

Studi oleh US FDA pada dasarnya dilakukan untuk melihat manfaat kesehatan dari nutrisi ikan seperti minyak Omega-3 dibandingkan dengan isu sakit akibat merkuri. Beberapa studi medis menyatakan bahwa sesungguhnya membatasi konsumsi seafood memberikan dampak negatif. Terutama calon ibu dan ibu menyusui, seharusnya lebih banyak mengkonsumsi seafood. US FDA saat ini menyarankan wanita hamil untuk mengkonsumsi 340 gram ikan tiap minggu, sedangkan Food Standard Australia New Zealand (FSANZ) merekomendasikan konsumsi ikan setara 40 gram. Jumlah tersebut bagi sebagian pakar gizi dianggap sebagai jumlah minimal. Bagaimanapun penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi ikan dapat meningkatkan IQ (Intelegence Quotient) bayi.

Tim dari US National Institute of Health, meneliti efek Omega-3 terhadap 9.000 ibu dan bayinya, dan menemukan bahwa ibu yang paling sedikit asuman asam lemak esensial Omega-3 memiliki anak dengan IQ verbal sembilan poin lebih rendah dari rata-rata. Mereka yang konsumsi ikan yang kaya Omega-3, pada anak usia tiga setengah bulan, memiliki kemampuan gerak yang lebih baik.

Dalam meninngkatkan tingkat konsumsi ikan di Indonesia guna mendukung peningkatan ketahanan pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri telah melaksanakan beberapa program dan kegiatan diantaranya:
1. Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN);
2. Menginisiasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan);
3. Membentuk forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN); dan lainnya.

Namun demikian, tingkat konsumsi ikan (jumlah dan jenis konsumsi ikan) juga terkait dengan berbagai faktor yaitu : (1) pengetahuan gizi dan teknik pengolahan ikan yang masih terbatas; (2) Kemudahan mendapatkan ikan yang bervariasi; (3) Harga ikan yang dinilai bergengsi (seperti udang, cumi, kakap merah) cukup mahal dibandingkan dengan daya beli masyarakat pada umumnya; (4) belum berkembangnya citra/image/gengsi ikan sebagai makanan acara khusus; (5) masih terdapatnya nilai budaya, tabu, mitos dan pantangan sekelompok masyarakat mengenai dampak negatis konsumsi ikan; dan (6) promosi konsumsi ikan yang belum optimal.

Sumber : Pedoman Penghitungan Angka Konsumsi Ikan – KKP - 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar