Rabu, 11 April 2018

IKAN NILA

Ikan Nila dikenal sebagai Ikan Air Tawar yang mudah untuk dipelihara. Ikan ini sangat mudah  selain rasanya enak juga memiliki kandungan Gizi yang cukup tinggi. Masyarakat Indonesia dikenal 
sebagai masyarakat yang memiliki tadisi dan budaya gemar makan ikan. karena banyak digemari sehingga ikan ini banyak dibudidayakan. untuk mengetahu lebih jelas tentang Ikan ini marilah kita lihat dan simak dibawah ini

Ikan Nila

Ikan nila adalah jenis ikan konsumsi air tawar. Ikan ini diintroduksi dari Afrika, tepatnya Afrika bagian timur, pada tahun 1969, dan kini menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar di Indonesia. Nama ilmiahnya adalahOreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia
Ikan nila dapat berkembang dengan baik pada suhu air yang hangat dan tidak produktif di suhu yang dingin.
Ikan nila dikenal dengan ikan tropis karena memang hanya ada di daerah tropis seperti indonesia dengan suhu diantara 23 - 32 oC.

Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Osteichtyes
Ordo:Perciformes
Famili:Cichlidae
Genus:Oreochromis
Spesies:
Oreochromis niloticus

Nila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Bentuk badan pipih kesamping memanjang;
2. Mempunyai garis vertikal sepanjang tubuh 9-11 buah;
3. Garis-garis pada sirip ekor berwana merah sejumlah 6-12 buah;
4. Pada sirip pungung terdapat garis-garis miring; dan
5. Mata tampak menonjol dan besar, tepi mata berwarna putih.

Morfologi ikan nila yaitu memiliki bentuk tubuh yang pipih ke arah bertikal (kompres) dengan profil empat persegi panjang ke arah antero posterior. Posisi mulut terletak di ujung hidung (terminal) dan dapat disembuhkan. Pada sirip ekor tampak jelas garis-garis vertikal dan pada sirip punggungnya garis tersebut kelihatan condong letaknya. Ciri khas ikan nila adalah garis-garis vertikal berwarna hitam pada sirip ekor, punggung dan dubur. Pada bagian sirip caudal (ekor) dengan bentuk membuat terdapat warna kemerahan dan bisa digunakan sebagai indikasi kematangan gonad. Pada rahang terdapat bercak kehitaman. Sisik ikan nila adalah tipe ctenoid. Ikan nila juga ditandai dengan jari-jari dorsal yang keras, begitu pun bagian analnya. Dengan posisi sirip anal di belakang sirip dada (abdorminal)

Ikan nila dilaporkan sebagai pemakan segala (omnivora), pemakan plankton, sampai pemakan aneka tumbuhan sehingga ikan ini diperkirakan dapat dimanfaatkan sebagai pengendali gulma air.
Ikan ini sangat peridi, mudah berbiak. Secara alami, ikan nila (dari perkataan Nile, Sungai Nil) ditemukan mulai dari Syria di utara hingga Afrika timur sampai ke Kongo dan Liberia; yaitu di Sungai Nil (Mesir), Danau Tanganyika, Chad, Nigeria, dan Kenya. Diyakini pula bahwa pemeliharaan ikan ini telah berlangsung semenjak peradaban Mesir purba.

Telur ikan nila berbentuk bulat berwarna kekuningan dengan diameter sekitar 2,8 mm. Sekali memijah, ikan nila betina dapat mengeluarkan telur sebanyak 300-1.500 butir, tergantung pada ukuran tubuhnya. Ikan nila mempunyai kebiasaan yang unik setelah memijah, induk betinanya mengulum telur-telur yang telah dibuahi di dalam rongga mulutnya. Perilaku ini disebut mouth breeder (pengeram telur dalam mulut).

Karena mudahnya dipelihara dan dibiakkan, ikan ini segera diternakkan di banyak negara sebagai ikan konsumsi, termasuk di pelbagai daerah di Indonesia. Akan tetapi mengingat rasa dagingnya yang tidak istimewa, ikan nila juga tidak pernah mencapai harga yang tinggi. Di samping dijual dalam keadaan segar, daging ikan nila sering pula dijadikan filet.

Ikan nila memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dan toleransi terhadap kualitas air pada kisaran yang lebar. Anggota-anggota genus ini dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstrem sekalipun, karena sering ditemukan hidup normal pada habitat-habitat di mana jenis ikan air tawar lainnya tak dapat hidup.

Beberapa Jenis Ikan Nila

Ikan nila GIFT

Nila GIFT (Genetic Improvement Farm Tilapia)merupakan varietas baru dari jenis ikan yang dikembangkan oleh ICLARAM di Philipina.Ikan nila GIFT tersebut diintroduksi dari Philipinaa pada tahun 1995-1997 (Anonim, 2008).
  
Ikan Nila Merah

Dikenal sebagai nila merah taiwan atau hibrid antara 0. homorum dengan 0. mossombicus yang diberi namaikan nila merah florida. Ada yang menduga bahwa nila merah merupakan mutan dari ikan mujair. Ikan ini masuk ke Indonesia pada tahun 1981 dari Filipina dan tahun 1989 dari Thailand.
Ikan nila TA
Nila TA belum banyak dikenal masyarakat. Nila TA mirip dengan nila GIFT. Bedanya, garis-garis vertikal pada tubuh dan ujung sirip punggung lebih sedikit dibanding nila GIFT. Selain itu pada nila TA terdapat garis tepi berwarna merah pada sirip punggung dan ekor nila TA jantan.
Nila GESIT

Merupakan jenis nila hasil pemuliaan yang dilakukan di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT-KKP RI) Sukabumi bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Ikan nila gesit (Genetically Supermale Indonesia Tilapia) adalah nila yang secara genetis diarahkan menjadi jantan super. Perbaikan  genetis, yaitu menciptakan kromosom sex YY yang dibuat dengan metode rekayasa kromosom sex  ikan nila jantan normal (kromosom XY) dan betina (kromosom XX).
      Pemuliaan memerlukan  waktu sekitar 6 tahun di kolam percobaan IPB Dramaga (2001-2004) dan di BBPBAT Sukabumi (2002-2006).
        Ikan nila GESIT adalah hasil pemuliaan yang mendapatkan ikan nila monosex jantan. Dasar pemikirannyaadalah ikan nila yang berkelamin jantan tumbuh lebih cepat. Pertumbuhan ikan nila GESIT monosex jantan lebih cepat sekitar 50 % dibanding yang berkelamin betina. Dengan penyediaan benih monosex jantan maka diharapkan terjado peningkatan produktivitas ikan secara nyata (Amri, Kh dan Khairuman, 2008).
Ikan Nila Nirwana
Nila nirwana (nila ras wanayasa) dirilis 15 Desember 2006 oleh Dirjen Budidaya melalui Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan. Pemuliaan selektif ikan nila nirwana dimulai pada tahun 2002 yang dilaksanakan di Balai Pengembangan Benih Ikan  (BPBI) Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Wanayasa dengan mengoleksi 18 famili ikan nila. GIFT generasi ke-6 dari 24 famili ikan nila GET dari Philipina. Sumber genetik kegiatan seleksi adalah GIFT (Genetic Improvement for Farmed Tilapia) dan GET (Genetically Enhanced Tilapia). Dalam kurun waktu pengerjaan selama 3 tahun, dari tahun 2003-2006, BPBI Wanayasa telah menyeleksi 500 ekor benih yang dihasilkan oleh setiap pasang famili mendapatkan 10 pasang induk penjenis (Great Grand Parent Stock), yang selanjutnya diberi nama nila nirwana.
Dari GGPS diperoleh induk dasar (Grand Parent Stock) yang akan menghasilkan induk  sebar atau Parent Stock (PS). PS merupakan induk akhir yang menghasilkan benih sebar untuk kebutuhan para pembudidaya.
Keunggulan nila nirwana terletak terletak pada kecepatan pertumbuhannya. Bobot nila nirwana mampu meningkat sekitar 45% pada generasi ke-3 (F3) dibandingkan  dengan generasi awalnya.
Pemeliharaan sejak larva hingga berbobot di atas 65o gram/ekor dapat dicapai dalam waktu 6 bulan. Hal ini jauh lebih cepat dari nila jenis lain. Bentuk tubuh nila nirwana relatif lebih lebar dengan panjang kepala yang lebih pendek. Nila ini memiliki tekstur daging yang lebih tebl dibandingkan jenis nila lainnya.
Nila BEST
Nila BEST (Bogor Enhanced Strain Tilapia) merupakan nila hasil perbaikan genetik yang dilakukan oleh Balai Riset Budidaya Air Tawar Bogor. Nila BEST dinyatakan lulus uji pada tahun 2008. Ikan nila jenis ini mempunyai kemampuan tumbuh yang cepat. Ikan nila BEST juga mempunyai kemampuan adaptasi yang sangat baik terhadap salinitas (Anonim, Dinas Perikanan Jawa Barat, 2008, Odang, C. Adi S, Penebar Swadaya, 2009).

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_nila
http://www.smecda.com/files/budidaya/ikan_nila.pdf
http://slamsmart.blogdetik.com/?p=184
http://hobiikan.blogspot.com/2012/06/jenis-jenis-ikan-nila.html
 http://dunia-perairan.blogspot.com/2012/07/ikan-nila.htm

1 komentar: