Senin, 09 April 2018

CARA PENANGANAN HAMA PADA UDANG VANNAMEI

Seperti telah dijabarkan pada post sebelumnya, ada banyak jenis hama dalam budidaya udang Vannamei. Pada post ini akan diuraikan cara-cara penangganannya, antara lain dengan mengunakan:
  • Saponin
Saponin adalah racun dari bungkil biji teh, dengan dosis 150-200 kg bungkil biji teh untuk per ha tambak akan dapat secara efektif membunuh ikan - ikan buas, dan karena racun saponin bereaksi 50 X lebih kuat terhadap ikan daripada terhadap udang, maka saponin akan meracuni dan memberantas ikan-ikan ditambak, tanpa mempengaruhi udang yang di pelihara.
Perlu di ingat bahwa pada air dengan salinitas rendah maka kekuatan racun saponin akan berkurang. Dosis pemberian saponin adalah antara 150-200 kg, tetapi pada pengaplikasiannya dapat dikurangi dengan cara mengurangi tinggi air di dalam kolam.
Cara pengaplikasian:
Bungkil teh ditumbuk hingga menjadi bubuk, kemudian direndam dalam air semalaman, kemudian pada saat tengah hari antara pukul 12.00-13.00 (waktu paling efektif), air rendaman dipercik-percikan kedalam tambak dengan keadaan kincir di tambak dihidupkan, agar saponin dapat merata ke semua bagian tambak. Jika air tambak dikurangi ketingiannya, maka air tambak dapat dinaikan lagi ketingiannya setelah 6 jam. Kekuatan racun saponin akan berangsur-angsur hilang dalam waktu 2-3 hari, dan endapan bubuk bungkil teh dapat menambah kesuburan tambak, maka tidak diperlukan pengantian air tambak.
  • Rotenon
Rotenon adalah racun yang terdapat pada akar tuba (deris), biasanya kandungannya antara 5-8%, tergantung besar kevil nya akar, karena semakin kecil akarnya, maka semakin tinggi kadar rotenonnya. Bertolak belakang dengan racun saponin yg bereaksi lebih kuat pada salinitas yg lebih tinggi, sedangkan rotenon bereaksi lebih kuat pada salinitas rendah.
Perlu diperhatikan, daya tahan udang terhadap rotenon tidak jauh beda dengan daya tahan ikan terhadap rotenon. Jadi pemakaiannya harus sangat hati-hati. Dan tidak disarankan untuk digunakan pada saat pembesaran udang berlangsung. Pengunaan rotenon biasa pada saat pengolahan dasar tanah disistem semi intensif, setiap dimulainya siklus.
Cara pengaplikasian:
Akar Tuba dipotong kecil-kecil lalu direndam dalam air hingga 24 jam lamanya, setelah direndam akar tadi tumbuk hingga hancur dan dimasukan dalam air sambil diperas hingga air berwarna putih seperti santan. Racun rotenon akan hilang dengan sendirinya setelah 4 hari.
  • Nikotin
Nikotin adalah zat yang terdapat pada tembakau, ternyata dapat menberantas ikan - ikan liar dan buas serta siput, dengan dosis nikotin 12 - 15 kg/ha atau sekitar 200 - 400 kg/ha dari sisa - sisa tembakau.
Perlu diperhatikan pengunaan nikotin dipakai hanya pada saat pengolahan lahan dan saat dimulainya siklus baru.
Cara pengaplikasiannya:
Tanah dasar tambak yang sudah dikeringkan diisi air dengan ketinggian ± 10cm, kemudian sisa tembakau ditebarkan kedalam  tambak. dan biarkan hingga air menguap sampai habis ± 7 hari. Karena kadar nikotin dari tembakau setelah 2-3 hari akan ternetralisir dengan sendirinya, maka setelah penguapan air selama ± 7 hari tambak dapat langsung diisi air dan siap untuk memulai siklus baru, tanpa harus mengangkat sisa daun tembakau, sebab sisa tembakau akan berfungsi sebagai pupuk.
  • Brestan
Brestan biasa digunakan untuk pemberantasan trisipan atau siput, tetapi ada cara yg lebih alami untuk memberantas trisipan, yaitu dengan menggunakan bubuk tembakau yang mengandung kadar nikotin 3%. .
Perlu diperhatikan,  bahwa jika terdapat sumber air tawar di daerah tempat pembudidayaan,  maka pemberantasan hama trisipan dapat dilakukan dengan mengunakan air tawar dengan cara melakukan perendaman selama 1 minggu. Trisipan tidak dapat hidup pada kadar amonia tinggi, sehingga pengunaan pupuk amonium sulfat juga dapat memberantas trisipan.
Cara pengaplikasiannya:
Sama seperti pengaplikasian Nikotin di atas.
  • Sekam padi
Kepiting termasuk hama predator, sekam padi dapat digunakan untuk memberantas hama kepiting, selain dari menangkap dan membunuhnya. Walaupun ada sebagian dari petambak yang mengunakan bahan kimia.
Cara pengaplikasiannya:
Sekam padi ditumbuk/dihaluskan, lalu sekam padi ditaburkan kedalam lubang-lubang yang menjadi rumah kepiting. Gunanya selain untuk mengusir kepiting pindah ketempat lain, adalah agar sekam - sekam halus tadi dapat melekat pada insang kepiting dan membunuh kepiting itu sendiri.
Demikianlah cara-cara penangganan hama-hama pada tambak udang Vannamei.

Semoga berguna untuk kita.



Daftar Pustaka

Agromaret (2011), "Hama dalam budidaya udang windu", http://agromaret.com/artikel/359/hama_dalam_budidaya_udang_windu , dilihat pada tanggal 01 Mei 2014
Crayonpedia (ud), "Bab VIII. Hama dan penyakit ikan", http://www.crayonpedia.org/mw/BAB_VIII._HAMA_DAN_PENYAKIT_IKAN , dilihat pada tanggal 15 Mei 2014
Fahmi, (2000), "Beberapa jenis ikan pemangsa di tambak tradisional dan cara penanganannya", Oseana, Volume XXV no. 1, 2000.
Panggabean M., Silitonga F., Sianturi G., (2009), "USAHA TAMBAK UDANG WINDU" Program Studi Manajemen Hutan, Departemen Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.
Prasetio A.B., Albasri H., Rasidi (ud), "Perkembangan budidaya bandeng di pantai utara Jawa Tengah", Pusat riset perikanan budidaya.
Prihatman K., (2001), "SAPONIN UNTUK PEMBASMI HAMA UDANG",  Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
PT Suri Tani Pemuka (2009), "Soal Klekap dan Trisipan di Tambak Bandeng", http://trobos.com/show_article.php?rid=17&aid=1802 dilihat pada tanggal 06 Mei 2014

Sentra Informasi IPTEK (ud), "Budidaya udang windu", http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=3&doc=3b1 , dilihat pada tanggal 09 Mei 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar