Selasa, 01 Mei 2018

BUDIDAYA CACING SUTRA DALAM KOLAM TERPAL

Kebutuhan dalam kegiatan pembenihan ikan lele memiliki karakteristik dengan memberikan pakan caing sutra, selama ini cacing sutra merupakan produk alami dan tidak di budidayakan. Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan cacing sutra para pembudidaya yang semakin meningkat harus diimbangi produk cacing sutra yang banyak. Untuk mengatasi kebutuhan cacing sutra maka dimulai dengan berbudidaya cacing sutra dengan berbagai media dan wadah.
Cacing sutra merupakan pakan alami terbaik saat ini untuk pertumbuhan larva lele dan posisinya belum bisa tergantikan. Namun, terkadang di daerah tertentu pakan ini sulit didapat. Nah, bagi peternak yang susah mendapatkan, kini cacing sutra bisa di budidayakan. Sudah ada buku yang membahas tuntas tentang budidaya cacing sutra di berbagai wadah. Dan berikut cara beternak cacing sutra secara umum :
 Cacing sutera atau lebih sering di sebut dangan nama cacing darah atau cacing rambut merupakan binatang kecil dengan ukuran 1-3 cm. Cacing jenis ini biasanya hidup berkelompok mirip beberapa binatang seperti semut atau lebah. Cacing sutera memiliki tempat tinggal dengan perairan yang jernih dan kaya akan bahan organik. Dikarenakan mengandung protein yang tinggi dan sedikit lemak , cacing ini lebih sering di gunakan sebagai pakan beberapa jenis ikan hias seperti ikan cupang atau louhan.
Sebetulnya cacing sutera di jaman dahulu lebih mudah di temukan di sisi parit ataupun perairan yang jernih. Semakin majunya jaman sekarang parit ataupun beberapa tempat dengan perairan jenih sudah jarang di temukan cacing sutera ini  mungkin karena limbah rumah tangga dan juga limbah industri yang membuat ekosistem dari cacing ini punah. Oleh karena itu mensiasatinya beberapa orang mencoba untuk membudidayakannya. Selain mendapatkan untung pribadi , pembudidayaan cacing sutera ini juga merupakan langkah kompleks untuk membantu ekosistem tetap stabil.
Cara Hidup Cacing Sutera
Cacing sutera adalah binatang yang hanya bisa hidupdi dalam air yang mengandung lumpur denan tingkat kedalaman antara 0-4 cm . karena hidup di dalam air , setidaknya ada beberapa kriteria air yang bisa menunjang hidupnya maupun perkembang biakan cacing sutera , yaitu :
    Memiliki PH seimbang antara 5.5 – 8.0
    Suhu udara yang stabil antara  25-28 derajat celcius
    Supply oksigen dalam air 2.5 – 7.0 ppm
    Debit air yang sedikit karena melihat ukuran cacing yang tergolong kecil.
Reproduksi
Cacing sutera itu sendiri merupakan salah satu hewan yang  bersifat hermaprodit  atau dalam bahasa awamnya yaitu memiliki dua alat kelamin. jadi tidak terlalu report untuk mengembangkannya.
Dalam pembudidayaanya cacing sutera bisa langsung di berikan kepada larva ikan ataupun dengan beberapa cara packaging yaitu dalam bentuk kering dengan cara di oven atau dengan cara di bekukan
Disini kita akan bahas langkah langkah bagaimana membudidayakan cacing sutera mulai dari langkah persiapan sampai cacing sutera siap untuk di panen .
1. Persiapan Awal
Hasil tergantung dari persiapan adalah kata kata yang memang terbukti , persiapan yang matang dan maksimal akan mempengaruhi hasil yang baik juga. Disini kita akan mempersiapkan mulai dari bahan , alat , dan segala penunjang untuk membudidayakan cacing sutera ini.
Kali ini kita mulai dari mempersiapkan tempat dan alat penunjang untuk membudidayakan cacing ini. ada beberapa media dan alat  yang bisa di pakai untuk membudidayakan cacing sutera seperti :
    Nampan /Terpal : Tempat kecil seperti namban bisa untuk kalian yang sedang mencoba atau bisa di bilang orang awal dalam pengembang biakan hewan ini. Akan tetapi pengembang biakan menggunakan media nampan mempengaruhi dalam sedikit atau banyaknya cacing bisa di budidayakan.
    Nampan Besar / Kolam kecil : Jika kalian sudah menguasai dengan baik bagai mana cara mengembangbiakan cacing ini , nampan besar / kolam kecil bisa jadi solusi untuk memperbanyak jumlah cacing yang bisa di hasilkan.
    Kolam lele / Kolam Besar : Untuk media yang satu ini boleh di coba buat kalian yang memang sudah siap menjadi juragan cacing sutera , karena jumlah yang banyak dalam pengembang biakan cacing, effisiensi dalam bekerjapun akan lebih ringan karena kita bisa mengembang biakan cacing dalam skala banyak di 1 atau 2 kolam sekaligus.
    Pipa Paralon : Pipa paralon ini merupakan alat penting penunjang bagi para pembudidaya cacing sutera.  karena pipa paralon ini berfungsi untuk mengaliri air ke dalam kolam / nampan cacing sutera yang membaut seolah olah menjadi pensuplai air bersih dan juga oksigen kedalam kolam.  (Baca juga : Budidaya lobster air tawar di aquarium)
    Ember plastik, seser, saringan plastik : 3 alat ini akan sangat membantu kita disaat memindahkan ataupun ketika akan panen cacing sutera nati.
    Pompa air : Ini adalah alat investasi terbesar jika kita berbisnis dalam cacing sutera , karena alat ini akan membantu kita memindahkan air ataupun pengaliri air kedalam bak penampung ataupun kolam penampung tempat kolam sutera berada. Sebetulnya bisa saja kita mengguanakan cara tradisional dengan membuat tempat penampungan lebih rendah dari sumber air , akan tetapi cara ini sudah jarang di pakai selain tenaga yang di gunakan lebih besar , keterbatasan tempat pengembangbiakan menjadi faktor kenapa para pengusaha cacing ini menggunakan pompa air untuk menyedot dan mengalirkan air.
    Baskom / tempat penampungan kecil : Nah untuk alat ini sih bisa di bilang optional karena bisa menggunakan ini atau tidak .
2. Persiapan Bibit
Pada tahap persiapan pengembang biakan ini yang pertama kali di lakukan adalah mencari bibit atau indukan dari cacing sutera. Bibit / indukan bisa di cari di pengembang lain atau di tempat yang menjual pakan ikan hias atau bahkan bisa kita dapatkan secara gratis di parit atau tempat yang biasa cacing sutera tumbuh.
Jika kita sudah mendapatkan bibit atau indukan , lebih baik kita melakukan karantina terhadap bibit yang kita akan jadikan induknya. Guna karantina bibit adalah untuk menghasilkan bibit unggul agar pengembang biakannya cukup baik. Langkah-langkah nya yaitu cacing di simpan di tempat nampan lalu dialiri air bersih selama kurang lebih 2-3 hari dengan debit dan tekanan air yang kecil  asalkan kandungan oksigen cukup. Cara ini juga bisa di katakan ampuh untuk membasmi bakteri patogen yang nanti akan menghambat pertumbuhan cacing.
3. Pengembang biakan
Setelah melewati 2 langkah awal , kita masuk kedalam langkah pengembang biakan . Disini akan di jelaskan 2 cara pengembang biakan , yaitu dengan menggunakan nampan dan juga kolam. Pada basicnya semua sama hanya , cara mana yang cukup dan bisa kita jalani.
a. Menggunakan Nampan/Terpal
Budidaya menggunakan nampan atau lebih di kenal dengan nama sistem SCRS (Semi Closed Resirculating System). Sebuah cara atau sistem dimana akan irit air karena dengan cara SCRS membuat air yang telah di gunakan di putar kembali untuk pengairan cacing. Penambahan volume air akan di lakukan ketika volume air berkurang karena penguapan atau lainnya. tak hanya Nampan saja , via terpal pun bisa di gunakan sistem ini asalkan tempat yang memadai
Perlu di ketahui menggunakan cara ini mempunyai beberapa keuntungan di antaranya :
     Lebih irit dalam penggunaan air : Seperti yang sudah di jelaskan di atas cara SCRS ini akan irit air karena air akan di putar kembali  sehingga debit air yang di butuhkan akan tetap.
    Menghemat pengeluaran obat obatan atau probiotik: penghematan ini ada karena obat yang kita berikan menggunakan media air akan di putar kembali  sehingga tidak perlu penggunaan obat yang banyak.
    Irit lahan : Ini adalah keuntungan yang membuat pera pengembang biak cacing sutera suka karena tidak membutuhkan lahan yang besar , cukup di pekarangan rumah dengan menggunakan meja susun bisa membuat rumah peternakan cacing sutera.
Cara pengembang biakannya bisa dilakukan dengan cara membuat kubangan lumpur dengan ukuran kurang lebih 1 x 2 meter yang dilengkapi saluran air dari pipa yang sudah kita siapkan tadi. Setiap kubangan dibuat petakan petakan kecil ukuran kurang lebih 20 x 20 cm dengan tinggi tanggul 10 cm, antar tanggul  diberi lubang dengan diameter lubang 1 cm.
b. Menggunakan media kolam
Untuk yang tertarik menggunakan media kolam  , ada beberapa cara untuk memulainya , akan tetapi lebih di anjurkan menggunakan kolam bekas hasil budidaya ikan lele atau air bekas budidaya lele karena dalam penelitian air kolam ikan lele yang akan dipanen  kurang lebih 7 hari sebelum panen mengandung  mikro algae, Coelosphacrium sP , Lyngbyadan Sprirulina sP yang bisa membantu dalam pengembang biakan cacing sutera.
Cara awalnya kolam dikeringkan terlebih dahulu sebelum diolah. setelah di keringkan air limbah ikan lele yang tadi kita sudah bahas diaduk-aduk selama beberapa menit daan kemudian di masukan ke kolam yang akan kita gunakan untuk membudidayakan cacing sutera.
4. Pemupukan
Sama seperti kebanyakan pembudidayaan , semua membutuhkan pupuk atau vitamin untuk mempercepat ataupun menghasilkan hasil yang baik tak terkecuali cacing sutera ini.  lahan di pupuk menggnakan dedak halus atau ampas tahu dengan banyak yang menyesuaikan atau dengan pupuk kandang kurang lebih 300 gr/ m2 . Cacing sutra sangat menyukai bahan organik seperti yang di sebutkan tadi sebagai bahan makanannya.
5. Fermentasi
Langkah fermentasi ini adalah langkah untuk meningkatkan kandungan unsur N-organik dan C-organik agar cacing sutera mendapatkan makan yang terbaik . Caranya adalah lahan yang sudah di sediakan dan sudah di masukan pupuk direndam dengan air setinggi kurang lebih 5 cm selama 2-4 hari.
6. Penebaran benih /bibit
Penebaran bibit cacing indukan dilakukan sebanyak kurang lebih 10 gelas (2-3 liter) jika di dalam kolam, selanjutnya di rendam dan di aliri air dengan ketinggian 5-7 cm.  Penebaran harus secara merata dan diusahakan selama proses budidaya selalu di aliri air  dari pipa dengan debit 2-5 Liter/detik.
7. Pemeliharaan
Dalam tahap ini merupakan tahap yang lebih ringan dari tahap persiapan di atas karena selama dalam masa pemeliharaan cacing sutera kita hanya menjaga  airnya tetap mengalir kecil dengan ketinggian air pada 5-10 cm. biasanya pada umur 10 hari bibit cacing sutra mulai tumbuh merata pada seluruh permukaan lumpur kolam. Jaga debit mengalir air dan jumlah air di setiap kolam / nampan.
Budidaya ini bisa dilakukan oleh siapa saja namun dengan menggunakan sistim budidaya yang baik dan pemantauan yang baik juga sehungga menghasilkan produk yang bermutu dan bagus  jauh dari hama maupun penyakit, dan bebas bakteri patogen. Dalam pemeliharanya  jangan lupa pemberian pakan cacing yang berasal dari bahan organik yang bercampur dengan lumpur atau sedimen di dasaran perairan.
8. Panen
Setelah melewati masa masa di atas dan menunggu kurang lebih 2-3 bulan cacing sutera sudah bisa dipanen,. dan panen selanjutnya  bisa dilakukan setiap dua minggu sekali.
Cara pemanenanya bisa dengan memakai serok yang terbuat dari bahan halus serta lembut seperti bahan plastik / melamin. Biasanya cacing sutera yang bar di panen akan bercampur dengan media budidayanya. Cara memisahkannya cukup  dimasukan ke dalam ember yang sudah di isii air agar cacing nantinya terpisah sendiri . kemudian ember ditutup hingga bagian dalam berubah menjadi gelap dan dibiarkan selama 6 jam.
Setelah melewati waktu di atas, cacing bisa  diangkat menggunakan tangan. Biasanya dengan cara ini didapat cacing sutera kurang lebih 30-50 gram/m2 per dua minggu.

Sumber : Media Penyuluhan Perikanan Kabupaten Pati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar