Rabu, 14 Juni 2017

MEMBUAT ALAT TANGKAP RAWAI DASAR

Sebelum kita melakukan pembuatan alat tangkap rawai dasar ada beberapa hal yang perlu kita persiapakan terlebih dahulu yaitu  Penyiapan Pra-Konstruksi   
Bahan yang perlu dipersiapkan selama pra- konstruksi antara lain:
·          Tabel spesifikasi konstruksi Rawai dasar kakap sesuai dengan hasil dari pilihan rancangan.
·          Rancangan material.
·          Gambar desain.
·          Peralatan kerja seperti gunting/ pisau, meteran, spike.

A.       Membuat Komponen Utama
1.      Keranjang rawai dasar
Keranjang merupakan tempat penyimpanan satu tinting rawai dasar, terbuat dari keranjang plastik atau bambu  berdiameter 50 cm, tinggi 50 cm; disepanjang tepi atas keranjang diberi lapisan busa sintetis (sterofoamed) untuk menancapkan ujung mata pancing.
2.      Membuat tali utama
Untuk membuat satu utas tali utama dilakukan dengan  urutan sebagai berikut :
·        Siapkan satu utas  tali PE, diameter 5 mm, panjang 200 meter.
·        Uraikan tali tersebut dari gulungan koil nya,
·        kemudian direntangkan pada dua tiang yang kokoh selama beberapa hari, agar pintalan tali tersebut menguat dan tidak mudah terurai lagi..
·        Kemudian pada kedua ujung tali tersebut dibuat simpul mata.
·        Setelah tali tersebut terbentuk, pada setiap interval 4 meter ditempatkan satu utas tali cabang yang terdiri dari : Pangkal tali cabang Nikelin dan Mata pancing.

3.      Membuat tali cabang
·        Membuat pangkal tali cabang         
Siapkan 50 utas tali nylon mono filament no. 60 (diameter 0,6 mm), panjang setiap utas 1 meter; ikatkan bagian bawah pangkal tali cabang pada kawat nikelin,. Kemudian ujung atas pangkal tali cabang tersebut diikatkan pada tali utama.
·        Membuat kawat nikelin
Kawat nikelin merupakan bagian yang sering terkena gigitan ikan, maka bagian ini harus kuat dan tahan gigitan. Siapkan 50 utas tali nikelin diameter 0,8 mm (no. 80), panjang setiap utas 30 cm, Dengan bantuan alat tang (kakatua). ujung bawah tali nikelin diikatkan pada mata pancing dan dengan alat tang (kakatua) pada ujung atas kawat nikelin dibuat simpul mata kemudian kawat nikelin dihubungkan dikatkan pada pangkal tali cabang .
·        Memilih pancing
Pemilihan model pancing pada umumnya dilakukan berdasarkan pengalaman. Untuk perairan karang banyak yang memakai pancing yang bermata lengkung (circle hook), atas pertimbangan untuk mengurangi kemungkinan pancing tersangkut karang. Bentuk pada bagian batang  (shank) dipilih dengan mempertimbangkan untuk memudahkan pengikatannya. Dan akhir-akhir ini telah banyak yang memakai ringed shank dibandingkan faltted shank
Pancing berkwalitas baik, pada umumnya tahan terhadap karat, sehingga masa pakainya  dapat bertahan dalam waktu yang relatif lama. Ukuran dan nomor pancing diseuaikan terhadap ukuran ikan yang menjadi target species. Ukuran pancing pada rawai dasar pada umumnya menggunakan pancing no10 ~ 12 , diameter batangnya (shank) 1,2 mili meter, dan ujung dari mata kait (barb) dibengkokkan ke samping kiri (reversed barb). Siapkan 50 mata pancing untuk kebutuhan satu basket.


B.   Membuat Komponen Pelengkap
1.      Memilih Pelampung                   
Pelampung berdiameter 20 cm memiliki daya apung =  2,80  kg.f . Sebaiknya dipilih pelampung fabricant (buatan pabrik), agar dya apung setiap pelampung, ukuran,bentuknya seragam. Pelampung sebaiknya berwarna mencolok, merah atau jingga untuk membedakannya dari warnai lingkungan perairan.
2.      Membuat Tali Pelampung
Tali pelampung terbuat dari tali PE diameter 6 mm, panjangnya berkisar  1,2 ~ 1,5 dari kedalaman perairan daerah penangkapannya. Rentantangkankan tali tersebut pada dua tiang yang kokoh, hingga pintalannya tidak mudah berurai. Kemudai pada kedua ujung tali pelampung dibuat simpul mata (eye splice), agar memudahkan mengikatnya pada pelampung dan rangkaian tali utama rawai dasar.
3.      Membuat Pemberat
Pemberat terbuat dari timah, atau besi masif atau batu kali. Beratnya 1~1,5 kg. Keunggulan timah dibandingkan besi atau batu kali untuk dijadikan  komponen pemberat rawai dasar antara lain:
·       berat jenis timah ( r = 11,40 g/cc )lebih besar dari berat jenis besi (r =  7,8 g/cc ), dan batu (r =  2,9 g/cc ),
·       tidak  terkikis oleh karat, tidak mudah pecah  dan awet .
4.      Membuat Tali Pemberat
Tali pemberat terbuat dari tali PE panjangnya 3 meter, kedua ujung tali tersebut dibuat anyaman mata (eye splice), untuk memudahkan pengikatannya kepada pemberat dan rangkaian tali utama rawai dasar.
d.      Membuat Komponen Pendukung
1.      Memilih Pelampung Umbul
Pelampung umbul  merupakan tanda satu unit rawai dasar yang terbentang di perairan agar nelayan dapat selalu memantaunya. Pelampung umbul tersusun dari komponen: (a). bambu, (b). bendera dan (c). bandul pemberat,.
2.      Tali Pelampung Umbul
Tali pelampung umbul terbuat dari tali PE diameter 6 mm panjangnya 1,2~1,5 kali kedalaman perairan Kedua ujung tali tersebut dibuat anyaman mata, kemudian salah satu ujungnya diikatkan pada pelampung umbul, dan satu ujung lainnya diikatkan pada tali utama dan tali pemberat jangkar. . Untuk membuat tali pelampung umbul, sebagai berikut::
·          siapkan tali PE diameter 6 m , panjang 100 meter, keluarkan dari gulungan koilnya,
·          kemudian rentangkan hingga tegang dan ikatkan kedua ujung tali pada dua batang yang kokoh, selama beberapa hari hingga pintalan tali tidak mudah terurai.
·          kedua ujung tali dibuat simpul mata (eye spliced),
·          Salah satu ujung tali pelampung umbul diikatkan pada pelampungnya
·          kemudian satu ujung lainnya dihubungkan kepada tali pemberat dan tali utama.
3.      Memilih Pemberat Jangkar Rawai Dasar
Pemberat jangkar rawai dasar dapat terbuat dari besi beton eser, diameter 9 mm, beratnya di udara 4 ~ 5  kg. dibentuk menyerupai cakar agar dapat mencengkeram dasar perairan dan cukup kuat untuk mempertahankan kedudukan rawai dasar dari pengaruh ombak, arus dan rontaan serta hentakan ikan. Jangkar tersebut diikat oleh tai pemberat dihubungkan kepada tali utama dan tali pelampung utama. Seperti pada gambar.
4.      Membuat Tali Pemberat Jangkar
Tali pemberat jangkar rawai dasar terbuat dari bahan tali PE diameter 6 mm, panjangnya 10  meter. Pada kedua ujung tali tersebut dibuat pintalan mata (simpul mata). Kemudian salah satu ujungnya diikatkan pada pemberat, dan satu ujung lainnya dihubungkan kepada  tali utama dan tali pelampung.

Related Posts:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar