Senin, 17 April 2017

BUDIDAYA IKAN MAS

Buididaya ikan Mas dari dahulu sangat di gemari oleh masyarakat lokal. Alasanya karena keindahan warna warni pada ikan mas lah yang menjadikan budidaya Ikan mas sampai saat ini masih banyak bertahan dan tren nya semakin meningkat. Untuk menjadi pengusaha atau budidaya ikan mas yang menghasilkan maka perlu pelatihan dan mencoba trik trik di bawah ini


Memilih calon indukan

Pemilihan calon indukan adalah hal vital bagi perjuangan budidaya pembenihan ikan mas. Sukses tidaknya hasil pembenihan dipengaruhi oleh kualitas indukan ikan. Indukan yang dipilih wajib berasal keturunan yg unggul.

Untuk menyeleksi calon indukan sebaiknya dilakukan ketika ikan masih berukuran 100-200 gr. Calon indukan jantan dan  betina dipilih berdasarkan identitas sebagai berikut:

Umur indukan betina tidak kurang dari 1,lima-dua tahun menggunakan berat minimal dua Kilo Gram per ekor. Buat indukan jantan umurnya tidak kurang dari 8 bulan menggunakan berat minimal 0,5 Kilo Gram per ekor.Secara morfologis bentuk badan mulus, tidak cacat, sirip-siripnya tidak rusak. Ikan mas yang baik untuk indukan kepalanya lebih mungil dari badannya. Insangnya bersih, tidak terdapat bintik-bintik putih. Lensa matanya tampak jernih.Sisik di ke 2 sisi badannya simetris, tidak ada lekukan serta patahan. Warna sisik cerah, sisik yang kusam mengindikasikan ikan terlalu tua. Sisik tersusun rapi dan  ukurannya cukup akbar. Ekornya baik dan  bertenaga. Panjang ekornya lebih besar  dibanding menggunakan lebarnya.

Calon indukan harus dari asal keturunan yang tidak selaras, baik jantan juga betina. Supaya tidak terjadi inbreeding yang menurunkan kualitas benih ikan.
Memelihara indukan

Pemeliharaan indukan jantan dan  betina wajib  terpisah, masing-masing indukan menempati kolam yg tidak selaras. Kedalaman air kolam berkisar 60-80 centimeter. Sumber pengairan buat ke 2 kolam tadi harus pararel. Apabila pada susun seri sebaiknya kolam indukan jantan diletakkan sehabis kolam indukan betina.

Hal tersebut dilakukan supaya tidak terjadi perkawinan tidak disengaja. Karena Jika indukan jantan melepaskan spermanya dan  terbawa masuk ke kolam betina, bukan tidak mungkin akan terjadi pemijahan tidak disengaja.

indukan ikan mas membutuhkan luasan kolam 5 m2 per Kilo Gram bobot tubuh. Merupakan, Jika kita memiliki indukan seberat 5 KG dibutuhkan minimal kolam seluas 25 m2. Dan , Jika kita mempunyai dua indukan maka dibutuhkan luasan kolam sebesar 50 m2. Kapasitas kolam mampu bertambah Bila kualitas air dan  sirkulasinya lebih baik. Suhu air ideal berkisar 25-30oc.

Indukan harus diberikan pakan yang sehat dan  bergizi. Pakan primer mampu berupa pelet yg kandungan proteinnya 30-35%. Kuliner tambahan lain yang diberikan adalah dedak jagung atau menir. Jangan memberikan pakan yg kandungan lemaknya tinggi.

Jumlah pakan yang diharapkan oleh indukan ikan mas kurang lebih 2-4% asal berat tubuhnya per hari. Frekuensi pemberian  pakan sehari dua kali, setiap pagi serta sore. Indukan yang telah dikawinkan mampu melakukan perkawinan lagi sesudah diistirahatkan di kolam indukan selama dua-3 bulan.

Pemijahan ikan mas

Dalam perjuangan budidaya pembenihan ikan mas, terdapat 2 tipe pemijahan, yakni pemijahan alami dan  buatan. Di pemijahan alami proses perkawinan dan  pembuahan sel telur sang sperma dilakukan sendiri sang si ikan. Sedangkan dalam pemijahan buatan dibutuhkan bantuan manusia seperti penyuntikan menggunakan hipofisa, penyuntikan hormon dan  pembuahan in vitro.

Pemijahan ikan mas bisa dilakukan dengan 2 cara di atas. Tetapi mengingat ikan mas praktis memijah, pemijahan sintesis jarang diterapkan buat ikan mas.

Pendederan benih

Pendederan artinya suatu tahapan penumbuhan benih dalam budidaya pembenihan ikan mas. Benih ikan memiliki sifat-sifat eksklusif sesuai menggunakan perkembangan umurnya. Setiap strata umur membutuhkan perlakuan yg berbeda. Sang karena itu, pembesaran benih ikan dilakukan melalui beberapa tahap pendederan.

A. Pendederan

Pendederan pertama dilakukan pada larva yg sudah berumur 7 hari. Larva dipindahkan ke kolam pendederan berasal kolam penetasan telur. Pendederan mampu dilakukan pada kolam yang biasa dipergunakan buat budidaya pembesaran.

Seperti biasa, kolam tanah harus dipersiapkan terlebih dahulu, yaitu lakukan pengeringan, penjemuran, pengapuran, pemupukan dan  penggenangan air. Lebih detailnya lihat persiapan kolam tanah untuk budidaya ikan.

Kepadatan tebar buat pendederan pertama artinya 100-200 ekor/m2. Kedalaman air kolam diatur kurang lebih 60 centimeter. Peredaran air jangan terlalu deras karena benih masih mungil. Masukan serta keluaran air diberi saringan halus. Tujuannya supaya hama mirip kodok serta kecebong tidak masuk ke dalam kolam dan  bersaing dengan benih ikan.

Pelepasan benih sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Caranya merupakan benih beserta wadahnya, ember atau baskom, dimasukkan ke dalam kolam. Lalu miringkan wadah tersebut sehingga benih bisa berenang keluar dari wadah. Biarkan benih keluar sendiri, jangan dipaksa. Penebaran seperti ini berguna supaya benih mampu mengikuti keadaan dengan lingkungan kolam yang baru.

Pakan yg diperlukan buat pendederan termin pertama merupakan biota air yanng ditumbuhkan pada kolam. Pakan tadi relatif buat benih yang masih kecil. Menjadi tambahan bisa diberikan pelet halus. Usang pemeliharaan pendederan pertama lebih kurang 4 minggu. Dealam tempo tersebut akan didapatkan benih ikan ukuran dua-tiga cm.

B. Pendederan ii

Secara teknis pendederan kedua mampu dilakukan pada kolam yg sama, tidak perlu pindah. Perbedaan antara pendederan pertama dan  ke 2 merupakan padat tebar ikan. Padat penebaran benih ikan buat pendederan kedua sekitar 50-75 ekor/m2. Jadi, mau tidak mau ikan dari pendederan pertama wajib  dipindahkan sebagian ke kolam lain supaya padat tebarnya sesuai.

Pendederan ke 2 berlangsung sama dengan yang pertama yaitu 4 minggu. Benih yg dihasilkan berasal pendederan ke 2 ukuran lebih kurang 3-lima cm.

C. Pendederan iii

Jenis kolam yang diperlukan buat pendederan ke tiga sama menggunakan pendederan sebelumnya. Padat tebar buat pendederan ke empat yaitu lebih kurang 25-30 ekor/m2. Pendederan ke 3 membentuk benih ukuran lima-8 cm.

D. Pendederan iv

Pendederan ke 3 berlangsung selama 4 minggu juga. Kepadatan tebar pendederan ke 3 sekitar 3-lima ekor/m2. Benih yang didapatkan ukuran lebih kurang 8-12 centimeter, menggunakan bobot tubuh 80-100 gram per ekor. Ikan sebanyak ini telah cukup kuat untuk budidaya pembesaran.

Panen pembenihan ikan mas

Lama   saat yg diharapkan buat proses pembenihan ikan mas, mulai berasal ikan dipijahkan sampai pendederan ke empat sekitar 4,5 bulan. Selanjutnya, benih ikan dijual ke petani pembesaran. Kebutuhan benih buat budidaya pembesaran biasanya berukuran 100 gr per ekor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar